Karya Tulis Ilmiah (KTI)
JAWAB PERTANYAAN BERIKUT DENGAN TEPAT !
SEMUA DIKERJAKAN DI POSTING KOMENTAR
Tuliskan Nama dan Jurusan terlebih dahuli!
Saudara
Pemakalah apakah dalam pembuatan Esai, KTI (makalah) membutuhkan terjun ke
lapangan langsung untuk pengambilan data ? Misalnya dalam penyusunan
skripsi biasanya ada 3 metode pengumpulan data observasi, wawancara,
dokumentasi. Mohon penjelasannya. Apakah pembuatan KTI harus memakai ke tiga
metode itu ?
Pertanyaan : 2
Saudara Pemakalah uraian Anda tentang Karya Tulis Ilmiah.
Kedua hal tentang batasan karya esai,
KTI yang ingin dilombakan.
Bagaimana Pendapat penulis dari sekian banyak pemaparan atau presentasi materi Esai, atau KTI, ada pendahuluan, isi dan penutup. Di dalam penulisan esai tidak dituliskan pendahuluan, isi, sama penutup? Hanya sebatas format. Terus bagaimana esai buat lomba debat, boleh tidak hanya sampai ide/gagasan dari masalah yang kita angkat? Jelaskan alasannya ?
Pertanyaan : 3
Pemakalah yang terhormat, sebagai peserta diskusi sebenarnya, apakah perbedaan antara KTI dan makalah. Apakah makalah itu? Tapi lebih ke sistematika penulisan. Karena saya pernah punya pengalaman kalau aturan atau sistematika KTI itu lebih rumit. Meski agak sama dengan sistematika makalah. Bagaimana pendapat Anda ? Jelaskan.
Pertanyaan : 4
Pemakalah yang baik hati, apakah perbedaan esai beasiswa dan lomba. Kalau Essay beasiswa sama Essay lomba, apakah format (caranya) sama penulisan essay tersebut ?
Apakah ada pembedaan format tersebut ? Dan bagaimana cara kita supaya bisa
mendapatkan ide yang menarik ?
Pertanyaan : 5
Pemakalah penyajian Anda sudah baik, kemudian pertanyaan
tentang esai terkait tentang porsi fakta dan opini dalam esai. Perbedaan esai populer dan karya tulis ilmiah itu seperti
apa? Presentase fakta dan opini dalam esai bagaimana yang pas? (Misalnya fakta
75%, opini 25%) Jelaskan!
Pertanyaan : 6
Sebagai Pemaklah sekaligus penulis Karya
Tulis Ilmiah, untuk daftar pustaka yang baik dibutuhkan berapa sumber untuk sempurnanya
sebuah Karya Tulis Ilmiah ? Jelaskan!
Pertanyaan : 7
Sebagai Penulis, Saudara Pemakalah, Anda
tidak sedikit pun penasaran dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah, apa yang
dimaksud literature review ? Jelaskan secara singkat mengenai literature review
tersebut !
19 komentar:
NAMA: SALSABILA LAILI NUR ROHMAH
JURUSAN: ORTOTIK PROSTETIK
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2. ya betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Boleh banget dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada. Nah, dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan kamu.
Andhika rachman
OP-13
1.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab.
2.ya betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Boleh banget dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada. Nah, dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan kamu.
nama : mazaya ilahi
ORTOTIK PROSTETIK
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2. iya , hanya sebatas format saja , Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.makalah adalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya..
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.Boleh dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada.dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan.
Citra Nur Ayu Lestari
Ortotik Prostetik
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2. iya , hanya sebatas format saja , Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.makalah adalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya..
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
GHIJIYAH WULANDARI
ORTOTIK PROSTETIK INTAKE 13
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2. iya , hanya sebatas format saja , Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.makalah adalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya..
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Ardian Kurniawan Rosiadi OP Intake 13
1.Dalam pembuatan KTI kita harus memakai 3 metode tersebut agar kita bisa memaparkan isi dari KTI kita dengan jelas dan benar sesuai fakta yang ada.
2.Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6.biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Nadine Salwa Putri Arya, D-IV Ortotik Prostetik
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah esai. Skripsi sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA, dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya pembuatan robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI tidak harus menggunakan itu semua, cukup disesuaikan dengan kebutuhan pokok.
2. Iya benar sekali, hanya sebatas format saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, maupun penutup pada esai. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tetapi secara struktur sama, terdapat pendahuluan, isi, dan penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut, dsb. Untuk ide agar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan pada hasil riset. Jadi hasil riset yang dibuat menjadi sebuah esai, dinamakan esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya dapat dikombinasikan. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta, opini harus dominan. Kalau esai ilmiah, fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Untuk esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan seseorang. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, dapat direview dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya. Sangat diperkenankan apabila ingin membuat tabel perbaris lalu direview satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada. Kemudian, dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan.
Tiara Linza Kusyana
Ortotik Prostetik intake 13
1. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2. ya betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.makalah adalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional. Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga. Boleh dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada.dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan.
Kurnia Bintang Rezeki
OP Intake 13
1.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah.Makalah juga jenis dari KTI.Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide,konsep atau skema,atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi.Untuk memperkuat data dari narasumber,bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab.Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2.ya betul sekali,hanya sebatas formatan saja.Jadi,tidak perlu dituliskan secara tekstual,baik Pendahuluan,Isi,Penutup pada esai kamu.Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat,tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide.Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.KTI(Karya Tulis Ilmiah)itu terbagi atas berbagai jenis,ada esai,makalah, proyek sosial,rencana bisnis,dan lainnya.Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman.Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI,melainkan salah satu jenis dari KTI.Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba.Tapi secara struktur dia sama,ada pendahuluan, isi,sama penutupnya.Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri,mulai dari latar belakang kita gimana,pengalaman,alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut,dan mengapa kita layak untuk itu,dsb. Untuk ide biar menarik,dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi,yaitu membaca,menulis,dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research.Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah.Tetapi di zaman modern ini,keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini,30% fakta. Intinya opini harus dominan.Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan,tetapi opini tetap ada ya.
6.biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah,publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita.Jadi,setiap artikel ilmiah yang diperoleh,khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan,kita review dari masalah yang diangkat,lokasi penelitian,hipotesis jika ada,metode penelitiannya,hingga kesimpulannya juga.
Raudha Assyarifah
Ortotik Prostetik tingkat 1
1. Perlu. Tapi karena sekarang lagi pandemic ditambah teknologi sudah canggih. Jadi untuk terjun langsung ke lapangan itu tidak wajib.
2. Untuk saya pribadi, penulisan pendahuluan, isi, serta penutup dalam penyampaian sebuah karya itu tidak terlalu diperlukan. Sebab bila kita presentasi, fokus kita bukan kepada teks tetapi audiensi nya. Maka dari itu hanya menuliskan point pentingpun sudah cukup. Lalu untuk penulisan ide gagasan pada esai lomba itu adalah pilihan yang tepat. Tapi jangan lupa untuk diperinci gagasan-gagasan tersebut. Agar tidak ada kesalahpahaman.
3. Kalau makalah itu lebih ke tugas harian, dan juga penulisannya itu pendahuluan, isi, dan penutup. Sedangkan KTI itu digunakan untuk mendapatkan gelar strata 1, sehingga dalam penulisannya lebih formal serta memiliki beberapa aturan tersendiri.
4. Esai lomba dengan esai beasiswa itu dari segi sistematisnya sama. Yang membedakan itu isi bahasan, esai beasiswa lebih cenderung berisi tentang diri kita sendiri. Untuk mendapatkan ide dengan cara sering membaca dan berdiskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dari esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Tidak harus banyak. Tapi pastikan setiap tulisan kalian yang mendapatkan ide dari suatu jurnal/artikel/buku itu ditulis untuk menghargai penulis tersebut.
7. Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik.
ANISYA AULIA FAJRI-OP13
1. Tidak harus dengan metode observasi maupun wawancara, karena kita bisa mencari informasi melalui jurnal-jurnal resmi dan valid datanya.
2. Saya rasa itu wajar, karena hanya berisi ringkasan/intisari setiap sub bab seperti pendahuluan, isi, dan penutup. Karena jika dicantumkan semua, bagaimana para peserta diskusi mencerna keseluruhan materi? Tentu sangat sulit. Tapi dalam esai lomba debat, saya rasa penulisan format tidak diperlukan, cukup dengan ide/gagasan serta fakta-fakta yang mendukung argumentasi, pemaparan teks debat bisa di uraikan secara improf oleh pemateri.
3. Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu per- masalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamat- an, pengumpulan datayang diperoleh melalui suatu penelitian. Sedangkan makalah adalah bagian Karya Tulis Ilmiah itu sendiri, makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yangpembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.
4. Dalam essai yang ditujukan untuk beasiswa, biasanya yabg menjadi objek penilaian adalah sang penulis itu sendiri. Mereka menuangkan hal-hal mengenai diri mereka, kelebihan, serta prestasi supaya pihak pemberi beasiswa mengenal pribadi mereka dan tertarik pada mereka. Sedangkan pada essai lomba, isi dari topik bahasan jelas mengenai hal ilmiah dan disesuaikan dengan ketentuan panitia tersebut. Semakin baik bahasa yang dipakai dan semakin valid dan mendalam isinya, maka semakin bagus essai tersebut.
5. Dalam essai populer, perbandingan antara fakta dan opininya sekitar 50% : 50%, karena essai populer biasanya berisi hal ilmiah yang dirangkum dalam bahasa yang santai dan dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat pembacanya. Sedangkan KTI, perbandingan antara fakta dan opininya sekitar 80% : 20%, karena KTI harus dibuat berdasarkan jurnal resmi dan data-data yang valid. Pendapat/opini hanya sebatas hipotesa awal penulis mengenai masalah yang dibahas sebelum akhirnya mendapatkan data yang valid dari hasil penelitian jurnal maupun observasi.
6. Tak ada kententuan khusus yang mengatur hal tersebut, namun setidaknya KTI harus memiliki 1 rujukan resmi. Selain itu, biasanya setiap kampus juga menetapkan standarnya masing-masing mengenai hal ini.
7. Literature review /Tinjauan literatur/Tinjauan pustaka adalah makalah ilmiah yang menyajikan pengetahuan saat ini termasuk temuan substantif serta kontribusi teoritis dan metodologis untuk topik tertentu hasil bacaan dan pemahaman penulis. Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik untuk kemudian dituangkan kedalam tulisan. Literature review yang baik adalah yang melakukan evaluasi terhadap kualitas dan temuan baru dari suatu paper ilmiah.
Belva lativa putri erwinsyah, OP-13
1.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah.Makalah juga jenis dari KTI.Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide,konsep atau skema,atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi.Untuk memperkuat data dari narasumber,bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab.Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
2.ya betul sekali,hanya sebatas formatan saja.Jadi,tidak perlu dituliskan secara tekstual,baik Pendahuluan,Isi,Penutup pada esai kamu.Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat,tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide.Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.KTI(Karya Tulis Ilmiah)itu terbagi atas berbagai jenis,ada esai,makalah, proyek sosial,rencana bisnis,dan lainnya.Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman.Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI,melainkan salah satu jenis dari KTI.Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Zahra Amanda Putri
OP Intake 13
1. Iya, dalam pembuatan esai atau KTI (makalah), pemakalah membutuhkan terjun ke lapangan langsung untuk pengambilan data contohnya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pembuatan KTI harus memakai ketiga metode tersebut karena penelitian dalam suatu KTI (makalah) harus didasari dengan adanya data yang akurat, jadi tanpa menggunakan ketiga metode tersebut pemakalah tidak akan bisa mengambil data sebagai bukti dasar dari suatu penelitian yang dilakukan.
2. Iya, boleh hanya sebatas formatan saja, jadi tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, maupun penutup. Tetapi, kalau esai yang dibuat untuk lomba debat tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. Memang masih banyak dari kita yang beranggapan kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukanlah KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Untuk perbedaannya, sistematika KTI itu terdiri dari bab-bab.
4. Essay beasiswa berbeda dengan essay lomba. Walaupun secara struktur sama, yaitu terdapat pendahuluan, isi, sama penutupnya, tetapi kalau essay beasiswa ini lebih membahas tentang diri sendiri, mulai dari latar belakang, pengalaman, alasan ingin mendapatkan beasiswa tersebut, mengapa layak untuk itu, dan lain-lain. Untuk ide agar terlihat menarik, kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Perbedaan antara esai populer dan karya tulis ilmiah yaitu esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan karya tulis ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini juga harus tetap ada.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Tetapi berbeda halnya dengan membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi. Literature review atau tinjauan pustaka pasti akan kita lakukan misalnya ketika kita memulai memahami suatu topik penelitian baru, mengikuti trend penelitian baru dan memahami state-of-the-art dari suatu topik penelitian.
muhammad reyza al hamdi op - 13
1. sangat perlu, karena dalam pembuatan karya tulis ilmiah (KTI) memerlukan data yang konkrit atau jelas dan untuk mendapatkan data yang jelas tersebut memerlukan penelitian langsung ke lapangan
2. iya, tapi hanya sebatas segabai format saja, jadi, tidak perlu di tulis secara tekstual, baik dari pendahuluan,isi, penutup pada esai. kalau esai yang di gunakan untuk debat, tidak masalah jika di tulis hanya sebatas idenya saja karena dapat di perinci penjabaranya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasan
3.KTI ( karya tulis ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis dan lain lain nya. makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup pengetahuan namun kebanyakan dari kita terdapat kesalahpahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya..
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Bella Rizky Apriani – OP tingkat 1
1. Menurut saya pribadi tidak membutuhkan terjun langsung ke lapangan untuk pengambilan data. Karena dalam metode penelitian, ada metode yang bernama studi pustaka. Metode tersebut hanya menggunakan data penelitian seperti jurnal, buku-buku ilmiah yang dapat kita jadikan referensi dalam pencarian atau pengumpulan data.
2. Pendapat saya mengenai KTI atau Esai yang hanya menggunakan pendahuluan, isi sama penutup hanya sebatas format tanpa isi, menurut saya tidak apa-apa. Sebab apabila format tersebut kita jabarkan, tentu akan memakan waktu yang lama dan tujuan memberikan informasi kepada audiens tidak utuh. Lalu untuk esai lomba debat, saya rasa tujuan debat untuk menyelesaikan dari sebuah permasalahan yang diangkat. Boleh saja asal idea tau gagasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak dan disetujui oleh banyak orang, saya rasa itu tidak masalah. Karena debat pada dasarnya topic pengajuan pendapat terhadap suatu permasalahan yang sedang diangkat.
3. Untuk sistematika penulisan KTI dan Makalah tidak terlalu berbeda. Hanya bisa kita lihat dari berapa jumlah bab yang dipaparkan dan sub bab yang diterangkan. Namun, untuk sisterimatika kepenulisan KTI memiliki aturan yang rumit, sehingga harus lebih diperhatikan lagi dalam menulisnya. Untuk makalah bisa kita sandingkan dengan proposal yang memiliki sistematika kepenulisan yang tidak begitu rumit, sehingga dapat dijadikan sebuah tugas yang dapat diselesaikan dengan baik.
4. Untuk format antara esai beasiswa dan lomba tidak jauh berbeda. Hanya saja perbedaan yang mencolok ialah terdapat pada isian dari esai tersebut. Esai beasiswa biasanya berisi tentang latar belakang penulis, alasan penulis menekan pilihan pada universitas A misalnya, seperti tulisan berupa opini. Sedangkan esai lomba sudah ada struktur yang ditentukan oleh panita yang menyelenggarakan lomba tersebut. Untuk mendapatkan ide yang menarik bagi saya adalah melakukan hal-hal diluar kebiasaan kita untuk mendapatkan pengalaman baru. Atau bisa dengan cara pergi keluar rumah untuk melihat keadaan disekitar.
5. Perbedaan esai popular dan karya tulis ilmiah dalam segi contoh biasanya esai popular seperti esai lomba. Sedangkan karya tulis ilmiah itu seperti KTI, essai ilmiah. Untuk presentasi fakta dan opini menurut saya 80% fakta dengan 20% opini.
6. Secukupnya, seminimal ada dua hingga tiga sumber yang dicantukan. Lebih banyak lebih baik untuk daftar pustaka sebagai referensi terhadap karya tulis ilmiah.
7. Literature review adalah, uraian mengenai sebuah teori, atau temuan yang didapat dari bahan acuan untuk dijadikan sebagai landasan kegiatan penelitian.
Meissya Ardiana - Ortotik Prostetik
1. Iya, karena KTI merupakan karya tulis yang harus kredibel dan dapat di pertanggungjawabkan. dengan turunnya pemakalah kelapangan langsung itu dapat menambah keaslian dari KTI yang di buat.
2. Saya rasa itu wajar, karena hanya berisi ringkasan/intisari setiap sub bab seperti pendahuluan, isi, dan penutup. Karena jika dicantumkan semua, bagaimana para peserta diskusi mencerna keseluruhan materi? Tentu sangat sulit. Tapi dalam esai lomba debat, saya rasa penulisan format tidak diperlukan, cukup dengan ide/gagasan serta fakta-fakta yang mendukung argumentasi, pemaparan teks debat bisa di uraikan secara improf oleh pemateri.
3.a. Sistematika penulisan makalah : Judul makalah, bab 1 pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, metode pengumpulan data), bab 2 pembahasan (dasar teori : pengertian, fungsi, tujuan, manfaat yang berkaitan dengan masalah yang diambil. Membandingkan data dan dasar teori), bab 3 penutup (Kesimpulan, saran), Daftar pustaka
b. SIstematika penulisan KTI : judul, abstrak, bab 1 pendahuluan, bab 2 pembahasan, bab 3 kesimpulan, daftar pustaka.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research.Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah.Tetapi di zaman modern ini,keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini,30% fakta. Intinya opini harus dominan.Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan,tetapi opini tetap ada ya.
6. Tak ada kententuan khusus yang mengatur hal tersebut, namun setidaknya KTI harus memiliki 1 rujukan resmi. Selain itu, biasanya setiap kampus juga menetapkan standarnya masing-masing mengenai hal ini.
7. Literature review /Tinjauan literatur/Tinjauan pustaka adalah makalah ilmiah yang menyajikan pengetahuan saat ini termasuk temuan substantif serta kontribusi teoritis dan metodologis untuk topik tertentu hasil bacaan dan pemahaman penulis. Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik untuk kemudian dituangkan kedalam tulisan. Literature review yang baik adalah yang melakukan evaluasi terhadap kualitas dan temuan baru dari suatu paper ilmiah.
Siti Haniyah OP'13
1..KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab.
2. ya betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.makalah adalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
Posting Komentar