Selasa, 13 Oktober 2020

DISKUSI KARYA TULIS ILMIAH KEBIDANAN

JAWAB  PERTANYAAN  BERIKUT  DENGAN  TEPAT !

SEMUA DIKERJAKAN DI POSTING KOMENTAR

Tuliskan Nama dan Jurusan terlebih dahulu!

 Pertanyaan : 1

Pemakalah yang terhormat, sebagai peserta diskusi sebenarnya, apakah perbedaan antara KTI dan makalah. Apakah makalah itu? Tapi lebih ke sistematika penulisan. Karena saya pernah punya pengalaman kalau aturan atau sistematika KTI itu lebih rumit. Meski agak sama dengan sistematika makalah. Bagaimana pendapat Anda ? Jelaskan.

Pertanyaan : 2

Saudara Pemakalah uraian Anda tentang Karya Tulis Ilmiah. Kedua hal  tentang batasan karya esai, KTI yang ingin dilombakan.

Bagaimana Pendapat penulis dari sekian banyak pemaparan atau presentasi materi Esai, atau KTI, ada pendahuluan, isi dan penutup. Di dalam penulisan esai tidak dituliskan pendahuluan, isi, sama penutup? Hanya sebatas format. Terus bagaimana esai buat lomba debat, boleh tidak hanya sampai ide/gagasan dari masalah yang kita angkat? Jelaskan alasannya ?

 Pertanyaan : 3

Saudara Pemakalah apakah dalam pembuatan Esai, KTI (makalah) membutuhkan terjun ke lapangan langsung  untuk pengambilan data ? Misalnya dalam penyusunan skripsi biasanya ada 3 metode pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Mohon penjelasannya. Apakah pembuatan KTI harus memakai ke tiga metode itu ?

Pertanyaan : 4

Pemakalah yang baik hati, apakah perbedaan esai beasiswa dan lomba. Kalau Essay beasiswa sama Essay lomba, apakah format  (caranya) sama penulisan essay tersebut ? Apakah ada pembedaan format tersebut ? Dan bagaimana cara kita supaya bisa mendapatkan ide yang  menarik ?

Pertanyaan : 5

Pemakalah penyajian Anda sudah baik, kemudian pertanyaan tentang esai terkait tentang porsi fakta dan opini dalam esai. Perbedaan esai populer dan karya tulis ilmiah itu seperti apa? Presentase fakta dan opini dalam esai bagaimana yang pas? (Misalnya fakta 75%, opini 25%) Jelaskan!

Pertanyaan : 6

Sebagai Pemaklah sekaligus penulis Karya Tulis Ilmiah, untuk daftar pustaka yang baik dibutuhkan berapa sumber untuk sempurnanya sebuah Karya Tulis Ilmiah ? Jelaskan!

Pertanyaan : 7

Sebagai Penulis, Saudara Pemakalah, Anda tidak sedikit pun penasaran dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah, apa yang dimaksud literature review ? Jelaskan secara singkat mengenai literature review tersebut !

Pertanyaan : 8

Saudari Penyaji atau Pemakalah, untuk memodifikasi dan memulai menulis KTI dari bahan  yang sudah ada itu terkadang sulit, bagaimana cara termudah agar dapat mencari ide kreatif  untuk memulai menulis KTI tersebut?

Pertanyaan : 9

Saudara Penyaji, atau Pemakalah, Nah ini nih gaes yang penting, jangan sampai kemakan hoax karena sumber yang tidak relevan. Bagaimana cara mencari sumber yang relevan itu ? dan Bagaimana apa ada web-web khusus dan yang dikatakan relevan itu bagaimana ? Tolong pencerahannya !

Pertanyaan : 10

Saudara Pemakalah, atau Penyaji Anda calon Bidan yang baik, Pertanyaan tentang KTI  yang terakhir ini, penting sekali tentang rasa mager yang datang menghantui, Bagaimana cara menghilangkan rasa malas or 'mager' saat hendak memulai dalam membuat essay atau KTI ?

                               00 selamat mengerjakan 00

 

 

38 komentar:

Risca Indah Rayani mengatakan...

Nama : Risca Indah Rayani
Kelas : 1a kebidanan
Nim : P17124020030
1. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
2. Iya hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kita suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Lintang Chessa Amorita mengatakan...

Lintang Chessa Amorita
P17124020016
1A-Kebidanan

1. Perbedaan KTI dan Makalah:
- Sistematika KTI lebih kompleks daripada makalah, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA/KAJIAN PUSTAKA
BAB III : METODE PENULISAN/METODE PENELITIAN
BAB IV : PEMBAHASAN
BAB V : PENUTUP
- Sistematika Makalah lebih sederhana, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PEMBAHASAN
BAB III : PENUTUP
2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari bagaimama latar belakang kita, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide agar menarik, kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan penelitian. Jadi hasil riset tersebut dibuat menjadi sebuah esai yang disebut esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan, esai populer 70% opini, 30% fakta. Kesimpulannya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini harus tetap ada.
6. Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Namun lebih banyak sumber yang dicari maka akan membuat KTI lebih lengkap dan bagus. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya.
7. Literatur Review adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.
8. Caranya dengan kita memperbanyak budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
9. Cara mencari sumber yang relevan yaitu yang berkaitan dengan bidang atau topik tersebut. Dan mencari sumber di sumber yang valid, seperti buku, jurnal atau artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya. Contohnya google schoolar.
10. Caranya yaitu bisa dengan istirahat dahulu dan mencari kegiatan yang kita sukai, dan juga kita harus mengumpulkan niat dan tekad untuk menyelesaikan essay dan KTI, agar tidak selalu menunda-nunda dalam mengerjakannya.

salsabilla az zahra mengatakan...

NAMA: SALSABILLA AZ-ZAHRA P17124020032
1A KEBIDANAN

1.) Makalah adalah karya tulis yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil kajian pustakan (teori) atau hasil pengamatan (penelitian).
SISTEMATIS PENULISAN MAKALAH:
1. Judul Makalah
2. Bab I Pendahuluan
3. Bab I Pendahuluan ini bisa terdiri dari :
4. Bab II Pembahasan
5. Bab III Penutup
6. Daftar Pustaka
SISTEMATIS PENULISAN KTI:
1. Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan KTI (Karya Tulis Ilmiah)
2. Nama dan kedudukan Tim Pembimbing
3. Pernyataan tentang keaslian KTI
4. Kata Pengantar
5. Abstrak
6. Daftar Isi
7. Daftar Tabel.
8. Daftar Gambar
9. Daftar Lampiran.
10. Bab I Pendahuluan
11. Bab II Kajian Putaka / Kerangka Teoritis
12. Bab III Metode Penelitian
13. Bab IV Pembahasan Hasil-Hasil Penelitian
14. BAB V Kesimpulan dan implikasi / Rekomendasi
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran-lampiran
17. Riwayat Hidup Penulis
2.) hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.) KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4.) Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.) Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6.) tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7.) Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8.) Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9.) Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10.) Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Anonim mengatakan...

Nama : Mutiara Nur Octaviani
NIM : P17124020021
Kelas : 1A Kebidanan
1. Makalah adalah karya ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup topik tertentu, dengan analisis yang logis, dan objektif serta ditulis dengan sistematis.
Menurut pendapat Saya, memang benar sistematika penulisan KTI lebih rumit daripada sistematika penulisan makalah. Karena dalam sistematika penulisan KTI terdapat metode penelitian yang dimana kita harus meneliti judul yang kita akan bahas tersebut.
2. Iyaa benar, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10. Caranya adalah istirahat atau lakukan kegiatan yg disukai terlebih dahulu. Kalau semangatnya sudah kembali, lanjut membuat essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Ratnadia Putri Wijaya (P17124020027)
1A Kebidanan
1. Secara umum sistematika penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Halaman Abstrak,Kata Pengantar,Daftar Isi,Pendahuluan,Tinjauan Pustaka,Metode Penelitian,Pembahasan
Kesimpulan dan Saran,Lampiran,Daftar Pustaka sedangkan sistematika penulisan makalah yaitu Bab 1 pendahuluan, bab 2 landasan teori, bab 3 pembahasan, bab 4 penutup, dan kesimpulan. Menurut pendapat saya, sistematika penulisan karya tulis ilmiah memang lebih banyak dan rumit dibanding makalah
2. Iyaa boleh hanya sebatas format saja, dan untuk lomba bisa hanya sampai ide/gagasan, asal di tulis secara terperinci dan jelas
3. Esai merupakan salah satu jenis KTI. Pengambilan data untuk esai tidak harus terjun ke lapangan. Biasanya esai hanya berisi ide/konsep, tapi untuk memperkuat bisa dengan menggunakan metode wawancara/observasi/dokumentasi.
4. Secara struktur esai beasiswa dan esai lomba tetap sama. Tapi esai beasiswa lebih mengutamakan pembahasan diri kita sendiri, serta alasan kita ingin beasiswa tersebut. Agar ide menarik maka harus sering membaca agar wawasan luas dan opini mudah di dapat.
5. Kalau esai populer itu bersifat bebas dan luas, sedangkan karya tulis ilmiah itu berdasarkan penelitian. Esai populer lebih mengutamakan opini, sedangkan karya ilmiah lebih mengutamakan fakta. Kalau fakta 75%, opini 25% berarti lebih ke kerya tulis ilmiah, tapi bisa juga di kombinasikan.
6. Tidak ada ketentuan khusus berapa sumber, tapi harus berdasarkan sumber yang tepercaya/valid, seperti buku, journal, dll
7. Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.
8. Caranya bisa dengan sering membaca/literasi agar wawasan untuk mendapatkan ide kreatif menjadi lebih luas
9. Cara mencari sumber yang relevan itu bisa dari jurnal baik indonesia maupun internasional, dimana web web nya itu ada google schoolar, situs perpusnas, situs academia.edu, research gate, dan jurnal.lipi.go.id
10. Caranya agar kita tidak mager yaitu kita bisa mengingat tujuan kita belajar, dan mengingat motivasi2 kita. Dan bisa juga kita mencari waktu/kondisi ternyaman kita untuk mengerjakan tugas tersebut.

Unknown mengatakan...

Nama : Jessenia Zafira
Kelas : 1A Kebidanan
Nim : P17124020010
1. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
2. Iya hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kita suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi

Vikaonlyazza@gmail.com mengatakan...

Vika Khaerunnisa
1A D3 Kebidanan
P17124020039
1. Makalah adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.

2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.

3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4. Esai beasiswa lebih mengutamakan pembahasan diri kita sendiri, serta alasan kita ingin beasiswa tersebut. Agar ide menarik maka harus sering membaca agar wawasan luas dan opini mudah di dapat.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.

6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang dan memperbanyak budaya literasi.

9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)

10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

afrilia zahra mengatakan...

Afrilia Zahra (P17124020003),1A Kebidanan
1.makalah adalah suatu karya tulis ilmiah yang membahas tema tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan. Atau makalah dapat didefenisikan sebagai karya tulis yang membahas suatu permasalahan sebagai hasil dari kajian pustaka atau di lapangan.
Sistematika penulisan makalah
•Cover (Sampul)
•Kata Pengantar
•Daftar Isi
•Bab I Pendahuluan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Maksud Dan Tujuan
•BAB II PEMBAHASAN
•BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
•DAFTAR PUSTAKA
•LAMPIRAN
2.Iyaa betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja hehe.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6.Penulisan daftar pustaka yang baik adalah Urutan penulisan ke arah samping kanan yakni: nama penulis (dibalik, diakhiri tanda titik), tahun terbit (jika tidak tersedia, tulis saja ‘Tanpa Tahun’, diakhiri tanda titik), nama kota tempat terbit (diakhiri titik dua), dan terakhir nama penerbit (diakhiri titik).contohnya Khoo, Adam. 2015. Master Your Mind Design Your Destiny. Jakarta: PT Gramedia.
7.Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi. Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9.Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10.Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.
Terus kalo punya mood baik lebih baik watunya di buat untuk banyak membaca.

Unknown mengatakan...

Syifanakhairany
(p17124020037)1A kebidanan

1.KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.

2.Iyaa betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.

6. Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.

7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.

9.Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.

10.Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Lastri indriyani
1A Kebidanan
D3 kebidanan
1. Dilihat dari pengertian nya juga karya tulis ilmiah itu lebih detail dibandingkan makalah, untuk karya tulis ilmiah data yg diperoleh harus benar benar akurat, dan karya tulis ilmiah itu lebih formal dari makalah. Serta penyajiannya harus benar benar teliti, sistematika dalam KTI seperti bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang sedangkan makalah biasanya hanya pendahuluan pembahasan dan penutup
2. Sesuai yg sudah saya baca membuat essay yg paling penting memang ide atau gagasannya. namun, didalam alur lombanya juga pasti sudah ada sistematika penulisannya,jadi essay tidak boleh hanya menulis gagasan karena pasti sudah ada syarat syarat penulisan dalam sistematikanya
3. Tentu memerlukannya karena essay ini termasuk karya tulis ilmiah dimana karya tulis ilmiah ini membutuhkan data berupa fakta yg sudah dicari
4. Essay beasiswa merupakan tulisan singkat yang berisi kurang lebih 500 sampai 1000 kata dan biasanya digunakan oleh pemberi beasiswa untuk melihat karakteristik seseorang apakah sudah tepat dan sesuai, sedangkan essai lomba adalah suatu kompetisi untuk mengetahui potensi seseorang dalam berwawasan, cara menulis umumnya sama karena dilihat dari judulnya juga sama sama essai dan cara mendapatkan ide yg menarik cukup dengan sering membaca, tak lelah mencari ilmu, banyak menambah wawasan dari berbagai arah
5. Penulisan KTI sangatlah kompleks berbeda dengan penulisan esai yang merupakan ide dari penulis yang secara langsung dapat dituangkan dalam beberapa halaman dan waktu yang sangat singkat. Persentase fakta dan opini dalam essai adalah kalo 75% fakta dan 25% opini maka dalam essai fakta dan opini ini harus seimbang dengan gagasan
6. Sebanyak banyaknya sesuai data dan fakta yg diperoleh
7. Literatur review ini adalah lebih ke kegiatan evaluasi yang mendalam dan kritis mengenai hal/data telah diteliti sebelumnya
8. - Menjelajah Internet
- Membaca Buku
- Konsultasi dengan Dosen atau Guru
- Memperhatikan Keadaan Lingkungan Sekitar
- Berpikir Kreatif dalam Menghadapi Masalah
- Tanamkan Pola Pikir yang Tepat
- Teguhkan Niat dan Bulatkan Tekad
-Berpikiran Terbuka
9. Cara mencari sumber yg relevan itu bisa dilihat dari situs atau bahkan aplikasi jurnal yg terpercaya seperti google scholar, situs perpusnas, Id.portalgaruda.org jadi kita mencari jurnal hanya di situs2 terpercaya
10. Cara yg sering saya lakukan seperti tidak menunda nunda tugas dan menanti nanti waktu santai ketika tugas selesai, membuat target, menyadari bahwa tugas itu tidak hanya satu mata kuliah namun masih ada tugas lain jika ditunda maka akan menumpuk dan memerlukan waktu lama, dan menyadari bahwa seorang remaja tidak ada waktu tenang untuk meraih cita cita

Kharisma Reza Amelia mengatakan...

Nama:Kharisma Reza Amelia
Jurusan :1A kebidanan
Nim :P17124020013

1. Karya Tulis Ilmiah terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab 1 (bagian pembuka),Bab 2 (Bagian isi),Bab 3 (Kajian pustaka/landasan teori),bab 4 (Metode penelitian) bab 5(akhir/penutup)

2. hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya

3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja

4) Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.

6)untuk daftar pustaka yang baik membutuhkan minimal 3 sumber rujukan.

7)uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.Lirerature review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (artikel, buku, slide, informasi dari internet, dll) tentang topik yang dibahas.

8)-Menjelajah Internet
Menjelajah internet (internet browsing) merupakan salah satu cara efekif untuk menemukan ide
-membaca buku
-Memperhatikan Keadaan Lingkungan Sekitar
Lingkungan sekitar merupakan gudang ide karya ilmiah yang tak kasat mat
-Berpikir kreatif dalam menghadapi masalah.

9. mencari sumber yang relevan tersebut bisa dari jurnal baik indonesia maupun internasional, dimana web web nya itu ada google schoolar, situs perpusnas, situs academia.edu, research gate,dll

10. Caranya adalah Pikirkan konsekuensinya.Pikirkan akibat yang harus kamu tanggung kalau kamu sampai menunda-nunda menyelesaikan tugas,Buat motivasimu sendiri dan singkirkan gadget.

Unknown mengatakan...

Nama : Risqi eka wira
Nim : P17124020031
Kelas : 1A Kebidanan
1.Jadi menurut pendapat saya, KTI itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah,proyek sosial, rencana bisnis dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalah pahaman. Banyak yang menganggap kalo KTI itu makalah padahal makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika penulisannya KTI itu sendiri terdiri dari bab bab
2.Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa apa jika ditulis hanya sebatas ide. Tapi diusahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat terperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya
3.KTI memiliki beberapa jenis salah satunya ada essay. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk essay tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide,konsep atau skema atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/observasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua jadi yang dibutuhkan hanya pokoknya saja
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama ada pendahuluan, isi dan penutup. Akan tetapi kalau esai beasiswa lebih membahas diri kita sendiri mulai dari latar belakang kit serta alasan ingin mendapatkan beasiswa. Untuk ide biar menarik.
5.Esai popular itu bebas dan lebih luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan penelitian jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai disebut esai ilmiah. Tetapi dizaman modern keduanya bida dikomindasikan. Esai popular 75% opini,30% fakta. Intinya opini harus dominan.
6.Sebenarnya tidak ada ketentuannya kusus harus berapanya. Biasanya masing masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Diuniversitas +_ 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 jurnal internasional
7.Literature review adalah sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dengan orang expert dibidangnya tentang ide kita apakah idemu layak atau tidak.
9.Kalo untuk cari referensi
-gen.lib.rus.ec (library genesis)
-Google scholar (scholar google.com)
-Proquest (proquest.com)
10.Caranya yaitu kita atau saya bisa beristirahat terlebih dahulu atau lakukan kegiatan yang kita sukain dulu. Kalo semangatnya sudah kembali baru kita mebuat essay dan karya tulis ilmiahnya sehingga bisa mengerjakannya dengan rasa semangat

Mutiara adella mengatakan...

Nama : Mutiara Adella
NIM : P17124020020
Kelas : 1A Kebidanan
1. Makalah adalah karya ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup topik tertentu, dengan analisis yang logis, dan objektif serta ditulis dengan sistematis. sistematika penulisan KTI lebih rumit daripada sistematika penulisan makalah. Karena dalam sistematika penulisan KTI terdapat metode penelitian yang dimana kita harus meneliti judul yang kita akan bahas tersebut.
Makalah adalah karya tulis yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil kajian pustakan (teori) atau hasil pengamatan (penelitian).
SISTEMATIS PENULISAN MAKALAH:
1. Judul Makalah
2. Bab I Pendahuluan
3. Bab I Pendahuluan ini bisa terdiri dari :
4. Bab II Pembahasan
5. Bab III Penutup
6. Daftar Pustaka
SISTEMATIS PENULISAN KTI:
1. Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan KTI (Karya Tulis Ilmiah)
2. Nama dan kedudukan Tim Pembimbing
3. Pernyataan tentang keaslian KTI 
4. Kata Pengantar
5. Abstrak
6. Daftar Isi
7. Daftar Tabel.
8. Daftar Gambar
9. Daftar Lampiran.
10. Bab I Pendahuluan
11. Bab II Kajian Putaka / Kerangka Teoritis
12. Bab III Metode Penelitian
13. Bab IV Pembahasan Hasil-Hasil Penelitian
14. BAB V Kesimpulan dan implikasi / Rekomendasi
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran-lampiran
17. Riwayat Hidup Penulis
2. Iya hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10. Caranya adalah istirahat atau lakukan kegiatan yg disukai terlebih dahulu. Kalau semangatnya sudah kembali, lanjut membuat essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Nama : Nur Hasanah
Kelas : 1a kebidanan
Nim : P17124020023
1. Jadi karya Tulis Ilmiah itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI.
SISTEMATIS PENULISAN MAKALAH:
1. Judul Makalah
2. Bab I Pendahuluan
3. Bab I Pendahuluan ini bisa terdiri dari :
4. Bab II Pembahasan
5. Bab III Penutup
6. Daftar Pustaka
SISTEMATIS PENULISAN KTI:
1. Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan KTI (Karya Tulis Ilmiah)
2. Nama dan kedudukan Tim Pembimbing
3. Pernyataan tentang keaslian KTI
4. Kata Pengantar
5. Abstrak
6. Daftar Isi
7. Daftar Tabel.
8. Daftar Gambar
9. Daftar Lampiran.
10. Bab I Pendahuluan
11. Bab II Kajian Putaka / Kerangka Teoritis
12. Bab III Metode Penelitian
13. Bab IV Pembahasan Hasil-Hasil Penelitian
14. BAB V Kesimpulan dan implikasi / Rekomendasi
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran-lampiran
17. Riwayat Hidup Penulis
2. Iya benar, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja
4. Jadi Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kita suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Hesa Windyastuti Putri mengatakan...

Nama : Hesa Windyastuti Putri
NIM : (P17124020008)
Kelas : 1A Kebidanan
1. Secara umum sistematika penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:
Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Halaman Abstrak,Kata Pengantar,Daftar Isi,Pendahuluan,Tinjauan Pustaka,Metode Penelitian,Pembahasan
Kesimpulan dan Saran,Lampiran,Daftar Pustaka sedangkan sistematika penulisan makalah yaitu Bab 1 pendahuluan, bab 2 landasan teori, bab 3 pembahasan, bab 4 penutup, dan kesimpulan. Menurut pendapat saya, sistematika penulisan karya tulis ilmiah memang lebih banyak dan rumit dibanding makalah
2. Iyaa boleh hanya sebatas format saja, dan untuk lomba bisa hanya sampai ide/gagasan, asal di tulis secara terperinci dan jelas
3. Esai merupakan salah satu jenis KTI. Pengambilan data untuk esai tidak harus terjun ke lapangan. Biasanya esai hanya berisi ide/konsep, tapi untuk memperkuat bisa dengan menggunakan metode wawancara/observasi/dokumentasi.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama ada pendahuluan, isi dan penutup. Akan tetapi kalau esai beasiswa lebih membahas diri kita sendiri mulai dari latar belakang kit serta alasan ingin mendapatkan beasiswa. Untuk ide biar menarik.
5.Esai popular itu bebas dan lebih luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan penelitian jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai disebut esai ilmiah. Tetapi dizaman modern keduanya bida dikomindasikan. Esai popular 75% opini,30% fakta. Intinya opini harus dominan.
6.Sebenarnya tidak ada ketentuannya kusus harus berapanya. Biasanya masing masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Diuniversitas +_ 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 jurnal internasional
7.Literature review adalah sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dengan orang expert dibidangnya tentang ide kita apakah idemu layak atau tidak.
9.Kalo untuk cari referensi
-gen.lib.rus.ec (library genesis)
-Google scholar (scholar google.com)
-Proquest (proquest.com)
10.Caranya yaitu kita atau saya bisa beristirahat terlebih dahulu atau lakukan kegiatan yang kita sukain dulu. Kalo semangatnya sudah kembali baru kita mebuat essay dan karya tulis ilmiahnya sehingga bisa mengerjakannya dengan rasa semangat

Evaza mengatakan...

Nama : Sheva Mirza Azahra
Nim : P17124020035
Kelas : 1A Kebidanan

1. KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.
SISTEMATIS PENULISAN MAKALAH:
1. Judul Makalah
2. Bab I Pendahuluan
3. Bab I Pendahuluan ini bisa terdiri dari :
4. Bab II Pembahasan
5. Bab III Penutup
6. Daftar Pustaka
SISTEMATIS PENULISAN KTI:
1. Judul, disertai pernyataan mengenai maksud penulisan KTI (Karya Tulis Ilmiah)
2. Nama dan kedudukan Tim Pembimbing
3. Pernyataan tentang keaslian KTI
4. Kata Pengantar
5. Abstrak
6. Daftar Isi
7. Daftar Tabel.
8. Daftar Gambar
9. Daftar Lampiran.
10. Bab I Pendahuluan
11. Bab II Kajian Putaka / Kerangka Teoritis
12. Bab III Metode Penelitian
13. Bab IV Pembahasan Hasil-Hasil Penelitian
14. BAB V Kesimpulan dan implikasi / Rekomendasi
15. Daftar Pustaka
16. Lampiran-lampiran
17. Riwayat Hidup Penulis
2. Iya hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Sedangkan Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dengan orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada beberapa contoh web yang biasa digunakan untuk membuat KTI
1. gen.lib.rus.ec (library genesis)
2. Google scholar (scholar google.com)
3. Proquest (proquest.com)
Yang relevan itu topik yang berkaitan dengan bidang/topik tersebut.
10. Caranya yaitu kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yang kita suka. Kalau semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.


Unknown mengatakan...

Nama : Adelina Tiana Rozaqi
Kelas : 1A kebidanan
NIM : P17124020002

1. Perbedaan KTI dan Makalah :
- Sistematika KTI lebih kompleks daripada makalah, yaitu:
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Kajian Teoritis/Tinjauan Teoritis/Tinjauan Pustaka/Kajian Pustaka
BAB III : Metode Penulisan/Metode Penelitian
BAB IV : Pembahasan
BAB V : Penutup
- Sistematika Makalah lebih sederhana, yaitu:
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Pembahasan
BAB III : Penutup

2. Boleh hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.

6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.

9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi.
Yang relevan itu yg berkaitan dengan bidang/topik tersebut.

10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kita suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Nama : Widya Wahyuning Gopadi
NIM : P17124020040
Kelas: 1A Kebidanan
1.Jadi menurut pendapat saya, KTI itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah,proyek sosial, rencana bisnis dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalah pahaman. Banyak yang menganggap kalo KTI itu makalah padahal makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika penulisannya KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab
2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama ada pendahuluan, isi dan penutup. Akan tetapi kalau esai beasiswa lebih membahas diri kita sendiri mulai dari latar belakang kit serta alasan ingin mendapatkan beasiswa. Untuk ide biar menarik.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10.Caranya yaitu kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kita suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Choirunnisa Nila Wati mengatakan...

Choirunnisa Nila Wati
P17124020004
1 A Kebidanan
1. Sistematika penulisan Karya tulis ilmiah lebih kompleks, yaitu :
1. Pembuka = Sampul
Halaman judul, Halaman pengesahan, Kata pengantar, Daftar isi, Abstrak
2. Pendahuluan = Latar belakang masalah, Perumusan masalah, Pembahasan/pembatasan masalah, Tujuan penelitian
3. Pembahasan = Pembahasan teori, Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, Pengajuan hipotesis
4. Metode penelitian
5. Hasil penelitian
6. Penutup
7. Bagian penunjang = daftar pustaka, lampiran, dan daftar tabel
Sedangkan makalah berisi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, HALAMAN KATA PENGANTAR, HALAMAN DAFTAR ISI, HALAMAN DAFTAR GAMBAR/GRAFIK
2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Lebih Banyak baca buku terkait, berempati pada sekitar, melakukan wawancara dengan narasumber.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10. Mengistirahatkan diri terlebih dahulu, bisa juga dengan melakukan hobi, selanjutnya bisa memulai mencari beberapa referensi mengenai materi yang akan dibuat, selanjutnya mengadakan survei kepada masyarakat, dan mulai merancang KTI.

Unknown mengatakan...

Meli uswatun hasanah
P17124020019
1 A Kebidanan
1. Sistematika penulisan Karya tulis ilmiah lebih kompleks, yaitu :
1. Pembuka = Sampul
Halaman judul, Halaman pengesahan, Kata pengantar, Daftar isi, Abstrak
2. Pendahuluan = Latar belakang masalah, Perumusan masalah, Pembahasan/pembatasan masalah, Tujuan penelitian
3. Pembahasan = Pembahasan teori, Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, Pengajuan hipotesis
4. Metode penelitian
5. Hasil penelitian
6. Penutup
7. Bagian penunjang = daftar pustaka, lampiran, dan daftar tabel
Sedangkan makalah berisi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, HALAMAN KATA PENGANTAR, HALAMAN DAFTAR ISI, HALAMAN DAFTAR GAMBAR/GRAFIK
2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Lebih Banyak baca buku terkait, berempati pada sekitar, melakukan wawancara dengan narasumber.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10. Mengistirahatkan diri terlebih dahulu, bisa juga dengan melakukan hobi, selanjutnya bisa memulai mencari beberapa referensi mengenai materi yang akan dibuat, selanjutnya mengadakan survei kepada masyarakat, dan mulai merancang KTI.

naura aqilah mengatakan...

NAURA AQILAH SR
P17124020022
1A-KEBIDANAN

1. Secara sederhana, makalah terdiri dari 3 bab, yaitu
Pendahuluan, pembahasan dan penutup
sedangkan, KTI pembahasannya setingkat lebih kompleks dari makalah, yaitu terdiri dari 5 bab, yaitu:
Pendahuluan, kajian teoritis/tinjauan pustaka, metode penelitianm, pembahasan, penutup

2. pendahuluan, isi dan penutup dalam esai hanya sebagai format saja. untuk esai lomba debat tidak apa jika hanya ditulis ide saja namun usahakan ditulis secara rinci.

3. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi.

4. Essai beasiswa berbeda dengan essai lomba, tetapi secara struktur sama. kalau essai untuk beasiswa menceritakan tentang diri sendiri. agar ide lebih menarik kita harus menggiatkan budaya literasi seperti membaca, menulis, dan diskusi

5. Esai populer bersifat bebas dan luas, mengutamakan opini.
sedangkan KTI berdasarkan penelitian, dan mengutamakan fakta.

6. Tidak ada ketentuan khusus berapa sumber, tapi dalam pengkajian data harus menggunakan sumber yang tepercaya/valid, seperti buku, journal, dll

7. Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti.

8. sering membaca agar wawasan lebih luas, konsultasi dengan yang lebih ahli

9. Cara mencari sumber yang relevan itu bisa dari jurnal baik indonesia maupun internasional, dimana web web nya itu ada google schoolar, situs perpusnas, situs academia.edu, Jurnal Portal Garuda Publikasi Indonesia Index (IPI), Jurnal FreeFullPDF

10. kumpulkan niat dan tekad
fokus mengerjakan
ketika lelah istrhat 15 menit
tidak menunda-nunda

Unknown mengatakan...

Nama : Clarisa Wulandari Kusuma
Kelas : 1A Kebidanan
Nim : P17124020005
1. Karya tulis ilmiah atau yang biasa sidingkat menjadi KTI Sendiri terbagi atas berbagai jenis yaitu ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalahpahaman . Banyak yang Beranggapan kalau KTI itu adalah makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab. Contoh dari bab tersebut seperti memiliki bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang

2. Iyaa Benar, di dalam essai hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Namun, jika esai yang dibuat adalah untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3. KTI sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi sendiri termasuk pada jenis makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan karena, Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Lalu, Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja hehe.

4. Jadi, Esai beasiswa berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Namun, secara struktur keduanya sama yaitu ada pendahuluan, isi, dan penutup. Akan tetapi esai beasiswa ini lebih membahas tentang diri kita sendiri, mulai dari latar belakang , pengalaman, dan alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu. Untuk ide agar menarik, kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi yaitu seperti membaca, menulis, dan diskusi.

5. Esai populer itu sifatnya bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan kepada penelitian. Jadi,hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan. Misal esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus lebih dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini harus tetap ada.

6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Beda hal ketika anda membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saya sarankan untuk menggunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan anda. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya.

8. Caranya yaitu dengan memperbanyak baca atau literasi, peka dengan lingkungan sekitar, melakukan konsultasi dengan orang expert di bidangnya tentang ide anda. apakah idenya layak dibuat atau tidak.

9. untuk mencari referensi, ada di web :
-gen.lib.rus.ec (library genesis)
-Google scholar (scholar google.com)
-Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi
Yang relevan itu yg berkaitan dengan bidang/topik tersebut.

10. Caranya adalah anda harus bisa istirahat atau lakukan kegiatan yang disukai. Lalu jika semangatnya sudah kembali, harus lanjut membuat essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Shafira Anjelia mengatakan...

Shafira Anjelia
P17124020034
1A Kebidanan
1.Makalah, yaitu tulisan resmi tt suatu pokok yg dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dl suatu persidangan danyg sering disusun untuk diterbitkan; karya tulis pelajar atau mahasiswa sbg laporan hasil pelaksanaan tugas sekolahatau perguruan tinggi.Karya Ilmiah, yaitu hasil karangan yang bersifat ilmu/memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
2.Esai dibuat hanya untuk lomba atau hanya sebuah formalan saja, tidak apa-apa ditulis hanya sebatas ide. tetapi usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.KTI itu memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi pun termasuk kepada makalah. Dan Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6.Penulisan daftar pustaka yang baik adalah Urutan penulisan ke arah samping kanan yakni: nama penulis (dibalik, diakhiri tanda titik), tahun terbit (jika tidak tersedia, tulis saja ‘Tanpa Tahun’, diakhiri tanda titik), nama kota tempat terbit (diakhiri titik dua), dan terakhir nama penerbit (diakhiri titik).contohnya Khoo, Adam. 2015. Master Your Mind Design Your Destiny. Jakarta: PT Gramedia.
7.Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi. Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9.Kalo untuk cari referensi, ada di web :
- gen.lib.rus.ec (library genesis)
- Google scholar (scholar google.com)
- Proquest (proquest.com)
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10.Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.
Terus kalo punya mood baik lebih baik watunya di buat untuk banyak membaca.

Unknown mengatakan...

1. Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan. Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi. Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.
Karya ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk buku ilmiah harus disusun secara sistematis yang terdiri atas beberapa bagian. Menurut Ana Rosmiati dalam bukunya Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah (2017), sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang.
2. Esai bisa dibuat dalam 1 halaman dengan minimal 5 paragraf atau sampai dengan 2-3 halaman dengan lebih 1500 kata. Pada esai tidak perlu dimuat lembar pengersahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, atau lampiran seperti halnya tulisan karya ilmiah. Setelah selesai menuliskan isi, tulisan esai akan di tutup dengan pargraf baru untuk penutup. Penutup berisi tulisan berupa penegasan gagasan penulis yang disampaikan. Bagian penutup ini juga menjadi kesimpulan akhir atasi isi atas keseluruhan pembahasan dalam esai.
3. Studi lapangan untuk KTI terutama di bidang teknologi belum tentu dibutuhkan, kecuali kalau KTI kamu memiliki luaran berupa inovasi produk yang sama sekali baru, ataupun bertema sosial sehingga membutuhkan responden untuk menguji hipotesis kita. Seringkali yang dibutuhkan pada KTI adalah latar belakang yang kuat, yang bisa kamu dapatkan dari ragam situs seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan situs-situs Kementerian terkait.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Cara supaya mendapatkan ide menarik, yaitu pergi ke tempat wisata, menonton film, mendengarkan music, ngobrol dengan teman, istirahat sejenak, dsb.
5. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa indonesia resmi. Sedangkan ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
10. Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Nama : Karinandita Putri
Kelas : 1A Kebidanan
1. Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan. Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi. Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.
Karya ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk buku ilmiah harus disusun secara sistematis yang terdiri atas beberapa bagian. Menurut Ana Rosmiati dalam bukunya Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah (2017), sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang.
2. Esai bisa dibuat dalam 1 halaman dengan minimal 5 paragraf atau sampai dengan 2-3 halaman dengan lebih 1500 kata. Pada esai tidak perlu dimuat lembar pengersahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, atau lampiran seperti halnya tulisan karya ilmiah. Setelah selesai menuliskan isi, tulisan esai akan di tutup dengan pargraf baru untuk penutup. Penutup berisi tulisan berupa penegasan gagasan penulis yang disampaikan. Bagian penutup ini juga menjadi kesimpulan akhir atasi isi atas keseluruhan pembahasan dalam esai.
3. Studi lapangan untuk KTI terutama di bidang teknologi belum tentu dibutuhkan, kecuali kalau KTI kamu memiliki luaran berupa inovasi produk yang sama sekali baru, ataupun bertema sosial sehingga membutuhkan responden untuk menguji hipotesis kita. Seringkali yang dibutuhkan pada KTI adalah latar belakang yang kuat, yang bisa kamu dapatkan dari ragam situs seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan situs-situs Kementerian terkait.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Cara supaya mendapatkan ide menarik, yaitu pergi ke tempat wisata, menonton film, mendengarkan music, ngobrol dengan teman, istirahat sejenak, dsb.
5. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa indonesia resmi. Sedangkan ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
10. Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Jihan amir balaswad mengatakan...

Nama : Jihan Amir Balaswad
NIM : P17124020011
Kelas : 1A Kebidanan

1.KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.

2.Iyaa betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.



3.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.

6.Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.

Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

Boleh banget dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada. Nah, dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan kamu.

8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.

9.Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
 
10.Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Tantri Aulia Pramudita mengatakan...

Tantri Aulia Pramudita (P17124020038)
1A D3 Kebidanan

1.Menurut saya, sistematika penulisan KTI sedikit lebih rumit daripada makalah, karena ruang lingkup penulisan KTI memiliki hipotesis atau asumsi dari penelitian, metode penelitian, pemecahan masalah, dan hasil penelitian. Sedangkan makalah tidak ada, karena dalam pembuatan makalah tidak perlu terjun langsung untuk melakukan penelitian.
2.Hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai yang kita buat. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3.Menurut saya, dalam pembuatan esai tidah harus terjun ke lapangan langsung. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep/skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan data observasi, wawancara, ataupun dokumentasi.
4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6.Tidak ada ketentuan khusus dalam menentukan berapa sumber dalam daftar pustaka, tetapi lebih banyak sumber yang dicantumkan akan lebih baik agar menambah wawasan. Kalau esai sebaiknya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya. Untuk pembuatan skripsi biasanya universitas memiliki ketentuan sendri dalam menentukan jumlah sumber yang harus dicantumkan.
7.Literature review atau tinjauan pustaka adalah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik.
8.- Mencari ide dari beberapa sumber seperti internet, journal, ataupun buku
- Memperhatikan keadaan lingkungan sekitar
- Memiliki minat dan ingin tahu pada suatu bidang ilmu
9.Caranya yaitu kita harus berhati-hati dengan judul yang provokatif dengan mencari informasi tidak hanya dari 1 sumber saja tetapi cari informasi dari beberapa sumber dan cermati alamat situsnya lalu memeriksa faktanya. Ada beberapa web yang dapat dikatakan relevan atau asli yaitu Liputan6.com .
10.-mencari inspirasi dimana saja yang penting tidak berdiam diri
-mencari topik pembahasan yang menarik
-temukan motivasi sukses

sifa fidriyanti mengatakan...

Sifa fidriyanti ( P17124020036)
1A kebidanan

1.KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Namun kebanyakan dari kita terdapat kesalapahaman. Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab-bab.

2.Iyaa betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3.KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4. Jadi, Esai beasiswa berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Namun, secara struktur keduanya sama yaitu ada pendahuluan, isi, dan penutup. Akan tetapi esai beasiswa ini lebih membahas tentang diri kita sendiri, mulai dari latar belakang , pengalaman, dan alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu. Untuk ide agar menarik, kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi yaitu seperti membaca, menulis, dan diskusi.

5. Esai populer itu sifatnya bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan kepada penelitian. Jadi,hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan. Misal esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus lebih dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini harus tetap ada.

6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Beda hal ketika anda membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saya sarankan untuk menggunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan anda. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya.

8. Caranya yaitu dengan memperbanyak baca atau literasi, peka dengan lingkungan sekitar, melakukan konsultasi dengan orang expert di bidangnya tentang ide anda. apakah idenya layak dibuat atau tidak.

9. untuk mencari referensi, ada di web :
-gen.lib.rus.ec (library genesis)
-Google scholar (scholar google.com)
-Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi
Yang relevan itu yg berkaitan dengan bidang/topik tersebut.

10. Caranya adalah jika kamu Lelah, kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi. Tetapi jangan berhenti mengerjakan ketika beum selesai.

Putri Nilam mengatakan...

Nama : Putri Nilam Cahya (P17124020025)
Kelas : 1A Kebidanan
1. pendapat pemakalah adalah, makalah adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. sedangkan KTI adalah hasil karangan yang bersifat ilmu/memenuhi syarat kaidah ilmu pengetahuan. dalam sistematikanya KTI memang lebih rumit karena menggunakan 5 bab dan disertai metodelogi penelitiannya, sedangkan makalah hanya menggunakan 3 bab. selain itu dalam membuat KTI harus sesuai fakta bukan khayalan, berbeda dengan makalah yang hanya berisi opini serta materi.
2. jawaban pemakalah adalah boleh, karena esai sejatinya bentuk komunikasi gagasan penulisan kepada pembaca, karena itulah tidak perlu rumit dan panjang. Bagian yang harus ada di sebuah esai adalah mulai dengan judul, kemudian nama penyusun,dan identitas penyusun. Setelah itu langsung sambung bawahnya berupa pendahuluan yang dalamnya menggambarkan permasalahan.
3. jawaban saya yaitu KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja
4. Jawaban saya adalah Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. jawaban saya yaitu Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. jawaban saya yaitu Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional. Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. jawaban saya yaitu review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga. Boleh banget dibuat tabel aja perbaris di review satu per satu. Jadi, kelihatan perbedaan antar sumber yang ada. Nah, dari kekurangan masing-masing sumber bisa diangkat dalam tulisan kamu.
8. jawaban saya yaitu Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. jawaban saya yaitu Kalo untuk cari referensi, ada di web : gen.lib.rus.ec (library genesis) Google scholar (scholar google.com) Proquest (proquest.com) dan masih banyak lagi... Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut
10. Baik saya akan menjawab pertanyaan dari saudari penanya, jawaban saya yaitu Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Raydhita azzahra mengatakan...

Raydhita Azzahra.N (P17124020028)
1A KEBIDANAN
1.KTI (Karya Tulis Ilmiah) terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya.Banyak yang menganggap kalau KTI itu makalah, padahal Makalah bukan KTI, melainkan salah satu jenis dari KTI. Untuk sistematika KTI itu sendiri terdiri dari bab 1 (bagian pembuka),Bab 2 (Bagian isi),Bab 3 (Kajian pustaka/landasan teori),bab 4 (Metode penelitian) bab 5(akhir/penutup)

2.Sesuai yang saya baca hanya sebatas formatan saja .Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai.

3.Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi.

4.Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.

6.Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber.

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.

9.kita bisa mencari sumber yang relevan tersebut bisa dari jurnal baik indonesia maupun internasional, dimana web web nya itu ada google schoolar, situs perpusnas, situs academia.edu, research gate,dll

10. Kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg disukai terlebih dahulu. Kalau semangatnya sudah kembali, lanjut membuat essay dan karya tulis ilmiahnya.

Unknown mengatakan...

Nama: Reifalenza Syafilla Rhesta (P17124020029)
Kelas: 1A Kebidanan

1. Sistematis penulisan makalah:
-Halaman judul
-Halaman pengesahan
-Halaman kata pengantar
-Halaman daftar isi
-Halaman daftar gambar/grafik
-Bab I: Pendahuluan
-Bab II: Tinjauan Pustaka
-Bab III: Pembahasan
-Bab IV: Penutup
-Daftar Pustaka
-Lampiran
Menurut saya KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu terbagi atas berbagai jenis, ada esai, makalah, proyek sosial, rencana bisnis, dan lainnya. Makalah merupakan salah satu jenis dari KTI.
2. Menurut saya, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya
3. Pembuatan KTI harus memakai ke tiga metode tersebut (Observasi, wawancara, dokumentasi) karena KTI bersifat keilmuan dan ilmiah sehingga metode tersebut berguna sebagai penguat pendapat atau penelitian.
4. Essay beasiswa maupun essay lomba format penulisannya sama yaitu: pembuka, isi, dan penutup.
Menurut saya untuk mendapat ide yang menarik yang pertama yaitu tentukan topik yang teraktual dan diminati, tentukan tujuan secara jelas, evaluasi potensial topik yang kita ambil, dan buatlah garis besar ide-ide yang sudah ditetukan.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya.
8. Banyak membaca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dengan orang expert di bidangnya tentang ide kita, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Untuk mencari referensi, bisa menggunakan web:
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi.
Yang relevan itu yang berkaitan dengan bidang/topik tersebut.
10. Kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yang diminati/hobi. Jika semangatnya sudah kembali, baru mulai bikin essay dan karya tulis ilmiah kembali supaya lebih semangat.

Unknown mengatakan...

Nama : Husnul fatimah
Nim : P17124020009
1A Kebidanan
1. Makalah adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.
2. Esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Namun usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik pendahuluan, isi, penutup pada esai, dan hanya sebatas format saja.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa lebih mengutamakan pembahasan diri kita sendiri, serta alasan kita ingin beasiswa tersebut. Agar ide menarik maka harus sering membaca agar wawasan luas dan opini mudah di dapat.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang dan memperbanyak budaya literasi.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
10. Caranya adalah kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Unknown mengatakan...

Flowrensya Cantika A (17124020007)
1A - Kebidanan

1. Dilihat dari pengertian nya juga karya tulis ilmiah itu lebih detail dibandingkan makalah, untuk karya tulis ilmiah data yg diperoleh harus benar benar akurat, dan karya tulis ilmiah itu lebih formal dari makalah. Serta penyajiannya harus benar benar teliti, sistematika dalam KTI seperti bagian pembuka, pendahuluan, pembahasan, metodologi penelitian, hasil penelitian, penutup, dan bagian penunjang sedangkan makalah biasanya hanya pendahuluan pembahasan dan penutup
2. Sesuai yg sudah saya baca membuat essay yg paling penting memang ide atau gagasannya. namun, didalam alur lombanya juga pasti sudah ada sistematika penulisannya,jadi essay tidak boleh hanya menulis gagasan karena pasti sudah ada syarat syarat penulisan dalam sistematikanya
3. Tentu memerlukannya karena essay ini termasuk karya tulis ilmiah dimana karya tulis ilmiah ini membutuhkan data berupa fakta yg sudah dicari
4. Essay beasiswa merupakan tulisan singkat yang berisi kurang lebih 500 sampai 1000 kata dan biasanya digunakan oleh pemberi beasiswa untuk melihat karakteristik seseorang apakah sudah tepat dan sesuai, sedangkan essai lomba adalah suatu kompetisi untuk mengetahui potensi seseorang dalam berwawasan, cara menulis umumnya sama karena dilihat dari judulnya juga sama sama essai dan cara mendapatkan ide yg menarik cukup dengan sering membaca, tak lelah mencari ilmu, banyak menambah wawasan dari berbagai arah
5. Penulisan KTI sangatlah kompleks berbeda dengan penulisan esai yang merupakan ide dari penulis yang secara langsung dapat dituangkan dalam beberapa halaman dan waktu yang sangat singkat. Persentase fakta dan opini dalam essai adalah kalo 75% fakta dan 25% opini maka dalam essai fakta dan opini ini harus seimbang dengan gagasan
6. Sebanyak banyaknya sesuai data dan fakta yg diperoleh
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo referensi, di web contohnya :
1. detik (detik.com)
2. wikipedia (wikipedia.com), dll.
Yang relevan itu yg berkaitan sama topik tersebut.
10. Caranya adalah contohnya melakukan kegiatan yg kita suka. Kalo dirasa mood nya udah kembali, nah baru bisa fokus bikin essay dan karya tulis ilmiahnya.

Fitri mengatakan...

Nama : Fitri Nur Lestari
Kelas : 1 A Kebidanan
Nim : P17124020006

1. Perbedaan jelas nya terlihat di bab, makalah hanya sampai bab III sedangkan karya tulis ilmiah sampai bab V.
Bila dipaparkan :
- Makalah
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA

- Karya Tulis Ilmiah
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KERANGKA TEORI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA

2. Iyaa betul sekali, hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.

6. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.

Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.

9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi...
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.

10. Biasanya rasa mager muncul karena rasa bosan dan jenuh dari itu lakulan kegiatan yang bisa membuat kamu lebih ceria terlebih dahulu agar semangat mu kembali.

putri aisyah mengatakan...

Nama : Putri Aisyah
Nim : P17124020024
1A Kebidanan

1. Makalah adalah karya ilmiah membahas sebuah permasalahan dan pembahasannya berdasarkan analisis secara objektif yang ditulis oleh seseorang atau kelompok. Makalah biasanya dipresentasikan dalam perkuliahan, seminar, ataupun simposium.

2. hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.

3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.

4. Esai beasiswa lebih mengutamakan pembahasan diri kita sendiri, serta alasan kita ingin beasiswa tersebut. Agar ide menarik maka harus sering membaca agar wawasan luas dan opini mudah di dapat.

5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.

6. tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Di Universitas saya paling tidak ada 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 dari jurnal internasional.
Kalau esai sebaiknya saran saya gunakan sumber yang valid seperti buku, jurnal/artikel ilmiah, publikasi dari lembaga terpercaya (BPS, BI, World Bank dll).

7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.

8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang dan memperbanyak budaya literasi.

9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)

10. Caranya kita bisa istirahat atau lakukan kegiatan di suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.

Sephia Nurul mengatakan...

Nama : Sephia Nurul Fajriani
Kelas : 1A/P17124020033
1. Makalah adalah karya ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup topik tertentu, dengan analisis yang logis, dan objektif serta ditulis dengan sistematis. sistematika penulisan KTI lebih rumit daripada sistematika penulisan makalah. Karena dalam sistematika penulisan KTI terdapat metode penelitian yang dimana kita harus meneliti judul yang kita akan bahas tersebut.
Makalah adalah karya tulis yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil kajian pustakan (teori) atau hasil pengamatan (penelitian).
SISTEMATIS PENULISAN MAKALAH:
Makalah
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA

- Karya Tulis Ilmiah
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KERANGKA TEORI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
2.Iya boleh, hanya sebatas format saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual Pendahuluan, Isi, Penutup .Namun Jika essai yang dibuat untuk lomba debat, boleh jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan essai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjelasan terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasan yang dibuat
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Cara supaya mendapatkan ide menarik, yaitu pergi ke tempat wisata, menonton film, mendengarkan music, ngobrol dengan teman, istirahat sejenak, dsb.

5.Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada ya.
6.Penulisan daftar pustaka yang baik adalah Urutan penulisan ke arah samping kanan yakni: nama penulis (dibalik, diakhiri tanda titik), tahun terbit (jika tidak tersedia, tulis saja ‘Tanpa Tahun’, diakhiri tanda titik), judul (diakhiri dengan titik).nama kota tempat terbit (diakhiri titik dua), dan terakhir nama penerbit (diakhiri titik). contohnya Sarwono Prawirohardjo.2018.Ilmu Kebidanan.Jakarta:.P.T.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
7.Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga.
8.Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Untuk mencari referensi, ada di web :
Google Scholar ( Scholar google.com )
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi website yang bisa ditemukan
10. Dengan cara mengerjakan dengan kegiatan yang disuka seperti makan atau mendengarkan lagu. Jika ditemukan rasa jenuh bisa istirahat dahulu baru dilanjut agar tetap semangat dalam mengerjakan

Adel lia muzdalifa mengatakan...

Nama : Adel lia muzdalifa
Nim : P17124020001
Kelas : 1A Kebidanan

1. Sistematika KTI lebih komplek dari pada makalah :
*KTI*
dari 5 BAB, yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA/KAJIAN PUSTAKA
BAB III : METODE PENULISAN/METODE PENELITIAN
BAB IV : PEMBAHASAN
BAB V : PENUTUP
*Makalah*
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PEMBAHASAN
BAB III : PENUTUP
2. Iya hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Pembahasan, dan Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana atau visualisasi gagasannya
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya ada esai. Skripsi itu sendiri termasuk pada makalah. Makalah juga jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Biasanya untuk Esai yang topik bahasannya eksakta (ilmu IPA dll) dikatakan sudah memasuki tahap implementasi misalnya bikin robot jadi, eksperimen di lab. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang berdasarkan penelitian. Jadi hasil riset tersebut dibuat menjadi sebuah esai yang disebut esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan, esai populer 70% opini, 30% fakta. Kesimpulannya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini harus tetap ada
6. Tidak ada ketentuan khusus mengenai berapa sumber yang perlu dicantumkan. Lain hal ketika sobat membuat skripsi, biasanya masing-masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber
7. Literature review merupakan sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita. Jadi, setiap artikel ilmiah yang diperoleh, khususnya yang berkenaan dengan topik pembahasan, kita review dari masalah yang diangkat, lokasi penelitian, hipotesis jika ada, metode penelitiannya, hingga kesimpulannya juga
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
gen.lib.rus.ec (library genesis)
Google scholar (scholar google.com)
Proquest (proquest.com)
dan masih banyak lagi
10. Caranya yaitu kita atau saya bisa beristirahat terlebih dahulu atau lakukan kegiatan yang kita sukain dulu. Kalo semangatnya sudah kembali baru kita mebuat essay dan karya tulis ilmiahnya sehingga bisa mengerjakannya dengan rasa semangat

Meisya mengatakan...

Nama : Meisya Nurul Hidayah
NIM : P17124020018
Kelas : 1A Kebidanan

1. Perbedaan KTI dan Makalah:
- Sistematika KTI lebih kompleks daripada makalah, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : KAJIAN TEORITIS/TINJAUAN TEORITIS/TINJAUAN PUSTAKA/KAJIAN PUSTAKA
BAB III : METODE PENULISAN/METODE PENELITIAN
BAB IV : PEMBAHASAN
BAB V : PENUTUP
- Sistematika Makalah lebih sederhana, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : PEMBAHASAN
BAB III : PENUTUP
2. Iya boleh, tetapi hanya sebatas formatan saja. Jadi, tidak perlu dituliskan secara tekstual, baik Pendahuluan, Isi, Penutup pada esai kamu. Kalau esai yang dibuat untuk lomba debat, tidak apa-apa jika ditulis hanya sebatas ide. Usahakan esai yang hanya ditulis idenya saja dapat diperinci penjabarannya terkait rencana implementasi atau visualisasi gagasannya.
3. KTI memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu esai. Skripsi termasuk kepada makalah. Makalah juga merupakan jenis dari KTI. Pengambilan data untuk Esai tidak harus terjun ke lapangan. Esai bisa hanya sekedar ide, konsep atau skema, atau perancangan program yang sudah sampai pada tahap implementasi. Untuk memperkuat data dari narasumber, bisa menggunakan metode wawancara/oberservasi/dokumentasi. Pembuatan KTI, tidak harus menggunakan itu semua, sesuai kebutuhan pokoknya saja.
4. Esai beasiswa ini berbeda dengan esai ilmiah untuk lomba. Tapi secara struktur dia sama, ada pendahuluan, isi, sama penutupnya. Akan tetapi kalau esai beasiswa ini lebih membahas diri kita sendiri, mulai dari latar belakang kita gimana, pengalaman, alasan kita ingin mendapatkan beasiswa tersebut, dan mengapa kita layak untuk itu, dsb. Untuk ide biar menarik, dari saya kita harus sering-sering menggiatkan budaya literasi, yaitu membaca, menulis, dan diskusi.
5. Esai populer itu bebas dan luas, berbeda dengan esai ilmiah yang based on research. Jadi hasil riset itu dibuat menjadi sebuah esai, nah ini esai ilmiah. Tetapi di zaman modern ini, keduanya bisa dikombinasikan kok. Kalau esai populer 70% opini, 30% fakta. Intinya opini harus dominan. Kalau esai ilmiah fakta boleh dominan, tetapi opini tetap ada.
6. Sebenarnya tidak ada ketentuannya kusus harus berapanya. Biasanya masing masing universitas mempunyai ketentuan untuk sumber. Diuniversitas +_ 10 sumber dari jurnal Indonesia dan 10 jurnal internasional
7. Literature review adalah sebuah cara untuk mereview sumber yang mendukung tulisan kita.
8. Banyak baca, peka dengan lingkungan sekitar, konsul dgn orang expert di bidangnya tentang ide kamu, apakah idemu layak dibuat atau tidak.
9. Kalo untuk cari referensi, ada di web :
- gen.lib.rus.ec (library genesis)
- Google scholar (scholar google.com)
- Proquest (proquest.com)
Yang relevan itu yg berkaitan dgn bidang/topik tersebut.
10. Caranya adalah kamu bisa istirahat atau lakukan kegiatan yg kamu suka dulu aja. Kalo semangatnya udah kembali, baru deh bikin essay dan karya tulis ilmiahnya jadi semangat lagi.
Terus kalo punya mood baik lebih baik watunya di buat untuk banyak membaca.